Galeri

Dinamika Budaya Indonesia

Menilik pergeseran budaya Indonesia sungguh mengkhawatirkan. Dengan semakin gencarnya pengaruh budaya barat yang membanjiri kehidupan masyarakat, secara tidak langsung berimbas pada hilangnya tatanan sosial masyarakat Indonesia.
Dengan semakin derasnya arus informasi baik melalui media cetak (buku, majalah, koran) serta media elektronik (radio, tv, internet) tanpa adanya penyaringan mengakibatkan terjadinya deregenerisasi. Imbasnya permainan-permainan tradisional Indonesia yang merupakan salah satu hasanah budaya khas Indonesia mulai tergantikan dengan mainan-mainan dari negara luar yang menawarkan kecanggihan teknologi masa kini. Dan tanpa kita sadari pemainan-permainan itu tidak membuat anak-anak kita menjadi berkembang, malah membuat mereka menjadi malas dan melupakan semua hak dan kewajibannya sebagai seorang anak.
Salah satu permainan asli Indonesia yang sangat bagus adalah gobak sodor. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 – 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

seorang pemain bertindak sebagai peluncur (kapten). permainan ini seru melatih ketangkasan, strategi, kecepatan, dan kecerdikan.
Untuk itu peran serta pemerintah, tokoh adat, serta peran orang tua sangat diperlukan dalam memelihara warisan budaya Indonesia agar anak-anak Indonesia kembali ke jati dirinya dengan menyenangi budaya asli Indonesia serta mau memainkan permainan-permainan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s