Galeri

Enam Siswa SMK Minta Perlindungan

BEKASI, KOMPAS.com – Enam siswa SMK Harapan Baru meminta perlindungan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi agar bisa terus bersekolah, Rabu (16/2/2011). Sebelumnya, Senin (14/2/2011) lalu, sebanyak 13 siswa SMK Harapan Baru melaporkan SO, ketua yayasan sekolah tersebut, karena menagih tunggakan SPP sembari mengacungkan celurit. Enam siswa yang meminta perlindungan ke Disdik Bekasi itu AM, DA, DP, RM, AR, dan AS. Sebagian dari mereka didampingi orangtuanya masing-masing. Mereka mengaku khawatir, karena setelah dilaporkan ke kepolisian, SO kemudian mendatangi rumah siswa pelapor itu satu persatu. Salah satu orangtua siswa mengatakan, SO mendatangi rumahnya pada Senin (14/2/2011) malam dan Selasa (15/2/2011) lalu. “Dia nanya keberadaan anak saya, karena kebetulan lagi tidak ada di rumah, saya jawab tidak tahu. Setelah anak saya pulang, saya baru tahu persoalannya. Makanya kami ke sini, kami berharap anak kami tetap bisa sekolah lagi,” tutur bapak dua anak ini, kemarin. Apalagi, katanya, beberapa bulan ke depan anak sulungnya itu akan melaksanakan ujian nasional (UN). Dia khawatir ulah SO, ketua yayasan sekolah yang menagih tunggakan SPP sembari mengacungkan celurit itu, akan memengaruhi semangat belajar anaknya. Keenam siswa itu meminta Disdik melindungi dan memberikan jaminan agar pengurus yayasan maupun pengurus sekolah tidak lagi melakukan intimidasi dan tetap memberikan jaminan agar seluruh siswa yang melaporkan kasus tersebut tidak diberhentikan dari sekolah. Atas pengaduan itu Disdik menggelar pertemuan tertutup dengan Kepala Sekolah SMK Harapan Baru, Heri Triono Saputro, dan salah seorang siswa yang menjadi pelapor, Jamaludin. “Hasil pertemuan tadi, sudah ada kesepakatan antara pihak sekolah dan siswa untuk saling memaafkan. Kami hanya memfasilitasi saja,” tutur Kasi Kurikulum Bidang Dikmen Disdik Kota Bekasi Agus Enaf, kemarin. Agus menandaskan, Disdik menjamin siswa yang melaporkan kasus itu ke kepolisian tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar, bahkan mengikuti Ujian Nasional. Namun Heri Triono Saputro membantah pengurus yayasan dengan sengaja mengacungkan celurit untuk menagih SPP kepada para siswa. Sabtu (12/2/2011) itu, kata dia, pengurus yayasan hendak memberikan celurit pada seorang pembantu rumahnya. Saat bersamaan, pengurus yayasan itu kesal dengan ulah siswa yang tetap berolahraga di luar gedung sekolah, padahal sudah dilarang karena khawatir terjadi tawuran. ”Nah, saat memberikan pembinaan kepada siswa itu, Pak SO itu masuk kelas sembari membawa celurit itu,” kilahnya. Heri menilai, pelaporan kasus itu ke Polrestro Bekasi telah ditunggangi orangtua yang anaknya pernah menjadi murid di sekolah itu. Heri meyakini, laporan tersebut tidak lah murni laporan dari siswa karena ada pihak yang menungganginya tersebut. Terkait langkah SO mendatangi rumah siswa pelapor satu persatu, Heri menyatakan, hal itu bukan intimidasi. “Kami khawatir ada pihak ketiga yang mengompori,” katanya. (Ichwan Chasani)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s