Kerajinan Gerabah

Kerajinan tangan masyarakat Cirebon Sungguh beragam dan mempunyai nilai estetika yang sangat tinggi. Salah satunya adalah kerajinan gerabah yang terdapat disalah satu desa di Kabupaten Cirebon yaitu Desa Sitiwinangun. Sitiwinangun adalah nama sebuah desa di kecamatan Klangenan yang terletak 15 km ke arah barat kota Cirebon. Sitiwinangun berasal dari bahasa Jawa yang berarti tanah yang dibentuk. (siti = tanah, wangun = bentuk). Tradisi membuat kerajinan gerabah sudah dilakukan oleh nenek moyang penduduk Sitiwinangun yang berbudaya agraris sejak zaman dahulu.

Seperti kita ketahui gerabah dibentuk dari bahan baku tanah liat, didapat dari daerah sekitar desa. Tanah liat dari desa Sitiwinangun ini tanpa diolah pun sudah memenuhi syarat sebagai bahan baku untuk membuat gerabah.

Teknik pembuatan pembentukan keramik dilakukan dengan teknik pilin yaitu dengan membuat pilinan tanah yang panjang, kemudian dibentuk dengan dilingkarkan dan ditumpuk, sehingga membentuk seperti tabung. Kemudian baru dibentuk lagi dengan tangan sesuai dengan keinginan. Kemudian diketemukan teknik putar yang yang pemakaiannya dibantu oleh kaki atau tangan

Untuk membuat gerabah berupa gentong yang besar dilakukan dengan teknik pukul, yaitu memakai alat pemukul dari kayu yang disebut paddle dan landasannya disebut anvil. Biasanya untuk dasar gentong dibuat dengan teknik putar lambat. Untuk memperlebar bentuk, di bagian atas ditambah gumpalan tanah, dari luar di pukul dengan kayu, dari dalam ditahan oleh batu. Dengan demikian tanah lebih dipadatkan dan lebih kuat. Sama seperti pada pembuatan pottery bowl yang memerlukan teknik yang sama.

Setelah gentong atau pottery bowl terbentuk , untuk lebih indah, ditambah motif hias. Dari zaman dahulu telah dikenal gentong dengan hiasan yang dibuat dari torehan, cungkilan pukulan, dan lain-lain. Hasilnya berbentuk motif geometris, anyaman, tumpal, pilin, dan lain-lain. Ada kalanya dibuat motif baru berupa bunga ceplok yang ditempelkan, biasanya mengelilingi bagian luar gentong. Sejalan dengan perkembangan motif batik, dikembangkan pula motif kangkungan, awan berarak, matahari (berupa titik dengan garis memancar di sekelilingnya).

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s